"Donasi Infaq dan Amal Jariyah Pembangunan Gedung NU Bumiayu Melalui Bank BSI No Rek 7333744419 dan Bank BRI No Rek 0190-01-000-76556-2 " Mari berlomba-lomba membangun gedung masa depan akhirat"

SILATCAM KE-2 KPNU BUMIAYU_08092024

Majlis Wakil Cabang (MWC ) NU Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes mengadakan Silaturohim Kecamatan ( Silatcam) Ke- 2 Alumni Kader Penggerak NU ( KPNU) se Kecamatan Bumiayu pada hari Ahad 8 September 2024 yang bertempat di Gedung NU Bumiayu. Ketua Panitia Sialtcam Ke-2, Solahudin, M.Pd menuturkan bahwa kegiatan yang merupakan ajang silaturohim para kader penggerak NU yang telah mengikuti Pendidikan Kader Penggerak NU dari berbagai Angkatan tersebut berlangsung semarak dan hampir 600 orang kader penggerak antusias ikut hadir pada acara tersebut beserta pengurus NU dan badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser , IPNU IPPNU serta warga NU sekecamatan Bumiayu. 



Pada awal acara acara terlebih dahulu dibacakan khotmil qur'an oleh JQH Bumiayu sebanyak 4 kali khataman. Adapun mauidhoh hasanah oleh Pengurus Cabang NU Kabupaten Brebes, Rois Syuriyah KH Hudalloh Karim dan Ketua Tanfidziyyah KH Sholahuddin Masruri hadir pada acara tersebut. Juga Gus Irfan Maulana, Instruktur PKPNU, memberikan motivasi kepada para kader penggerak NU.







Acara Silatcam Ke 2 ini dimeriahkan oleh penampilan Grup Rebana Al Madad Pruwatan 2 serta atraksi pendekar Pencak zsilat Pagar Nusa Bumiayu.


























































Share:

Pengajian Kitab Mafahim, Ahad Manis 01/09/2024

 Kajian kitab Mafahim , Materi: TAWASSUL DENGAN JEJAK-JEJAK PENINGGALAN NABI SAW


TAWASSUL DENGAN JEJAK-JEJAK PENINGGALAN NABI SAW
Adalah sebuah kenyataan bahwa para sahabat memohon berkah dengan peninggalan-peninggalan beliau SAW. Memohon berkah ini tidak ada lain kecuali memberikan satu pengertian. Yakni bertawassul dengan jejak-jejak peninggalan beliau kepada Allah SWT, sebab tawassul bisa dilakukan dengan beragam cara bukan cuma satu.
Apakah kamu kira para sahabat hanya bertawassul dengan jejak-jejak peninggalan beliau, tidak dengan sosok beliau sendiri ?
Apakah logis jika cabang bisa dijadikan obyek tawassul tapi yang pokok tidak ?
Apakah logis, jika jejak peninggalan beliau yang kemuliaannya disebabkan pemiliknya, Muhammad SAW bisa dijadikan obyek tawassul, kemudian ada seseorang berkata, “Sesungguhnya beliau SAW tidak bisa dijadikan obyek tawassul.” Subhaanaka Haadzaa Buhtaanun ‘Adhiim.
Nash-nash menyangkut tema ini sangatlah banyak jumlahnya. Namun kami hanya akan menyebut nash yang paling populer. Amirul Mu’minin Umar ibn Al Khaththab sangat berambisi untuk dimakamkan di samping makam Rasulullah. Saat ajalnya menjelang tiba, ia mengutus anaknya, Abdullah untuk meminta izin kepada Sayyidah ‘Aisyah agar bisa dikubur di samping makam beliau SAW. Kebetulan ‘Aisyah menyatakan keinginan yang sama. “Dulu saya ingin tempat itu menjadi kuburanku, dan saya akan memprioritaskan Umar untuk menempatinya,” kata ‘Aisyah. Abdullah pun pulang memberi kabar suka cita yang besar kepada ayahnya. “Alhamdulillah, tidak ada sesuatu yang lebih penting melebihi hal itu,” ucap Umar. Kisah ini secara detail bisa dilihat di Shahih Al Bukhari. Lalu apa arti keinginan besar dari ‘Umar dan ‘Aisyah?.
Mengapa dimakamkan di dekat Rasulullah menjadi hal yang sangat diinginkan oleh Umar? Hal ini tidak bisa dipahami kecuali semata-mata tawassul dengan Nabi SAW sesudah wafat seraya mengharap keberkahan dekat dengan beliau.
Ummu Sulaim memotong mulut geriba yang beliau meminum dari wadah itu. Anas berkata, “Potongan mulut geriba itu ada pada kami.”
Para sahabat berebut untuk memungut sehelai rambut kepala beliau, saat beliau mencukurnya.
Asma’ binti Abi Bakr menyimpan jubah beliau dan berkata, “Kami membasuhnya untuk orang-orang sakit dengan harapan memohon kesembuhan dengannya.”
Cincin Rasulullah, sepeninggal beliau, disimpan oleh Abu Bakr, Umar dan Utsman. Dan jatuh ke sumur dari tangan Utsman.
Semua hadits-hadits di atas nyata ada dan shahih sebagaimana akan kami jelaskan dalam bahasan memohon keberkahan (tabarruk). Yang ingin saya katakan adalah ada apa dengan perhatian para sahabat terhadap jejak-jejak peninggalan Nabi SAW ?. (mulut geriba, rambut, keringat, jubah, cincin, dan tempat shalat). Apa maksud perhatian mereka terhadapnya? Apakah hanya sekedar kenangan, tidak lebih dan tidak kurang, atau hanya menjaga benda-benda peninggalan bersejarah untuk disimpan di museum ?. Jika alasan pertama sebagai jawaban, lalu mengapa mereka sangat menaruh perhatian dengannya ketika berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah saat tertimpa musibah atau penyakit?. Jika alasan kedua sebagai jawaban, lalu di manakah museum itu berada dan dari mana ide baru itu sampai kepada mereka ?. Subhaanaka Haadzaa Buhtaanun ‘Adhiim.
Jika kedua jawaban di atas salah berarti yang tersisa adalah harapan mereka akan keberkahan dengan jejak-jejak peninggalan Nabi SAW untuk dijadikan obyek tawassul kepada Allah saat berdoa. Karena Allah adalah Dzat Pemberi dan tempat meminta. Semua makhluk adalah hamba-Nya dan di bawah kendali-Nya, yang tidak bisa memberi apapan kepada diri mereka  sendiri apalagi orang lain kecuali atas izin Allah.




Share:

MWC NU BUMIAYU SEGERA ADAKAN PENGAJIAN SILATCAM KE-2 ALUMNI PKPNU

MWC NU Bumiayu Kab .Brebes, akan mengadakan Silatrohim Kecamatan ( Silatcam) yang ke-2  alumni PKPNU dan Pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw 1446 H. Kegiatan ini merupakan upaya mempertemukan para alumni dari semua angkatan PKPNU/PD-PKPNU. Menurut data base korcam PKPNU, sebagimana disampaikan oleh ketua korcam PKPNU, Tohirin, S.Ag, S.Pd dan Sekretaris MWC  NU, Mustamir , SE, bahwa , memiliki alumni yang lulus dari pendidikan KPNU sebanyak 650 orang yang tersebar di seluruh ranting NU se kecamatan Bumiayu.

Dalam rangka perhelatan tersebut, MWC NU telah membentuk Panitia pelaksana Silatcam 2 dan Pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw,pada tanggal 23 Juli 2024, dengan Ketua Solahudin, S.Ag,M.Pd; Sekretaris Izan Baihaqi, S.Ag dan meminta Panitia segera melengkapi kepanitiaan supaya mempercepat kerja panitia dengan senantiasa berkoodrinasi dengan Korcam dan Korting  alumni PKPNU.

Kemudian secara gerak cepat,  Panitia juga sudah mengadakan raker pada hari Jum'at tangga; 26 Juli 2024. Pada saat raker, Ketua Tanfidziyyah, Bapak H. Moh, Shobar, berpesan agar panitia saling koordinasi, menjaga kekompakan dan berupaya supaya acara silatcam sukses dan dihadiri oleh warga NU khususnya kecamatan Bumiayu serta semua alumni PKPNU, meskipun bertempat did alam gedung NU yang masih dalam proses pembangunan renovasi. Dari hasil raker, juga disepakati bahwa Silatcam akan dilaksanakan pada hari Ahad, 8 September 2024 bertempat di Gedung NU Bumiayu,  waktu pagi mulai jam 09.00 s.d selesai.



REKAP JUMLAH ALUMNI PKPNU MWC NU BUMIAYU PER BULAN JULI 2024

1

PRUWATAN 2

105

2

KALILANGKAP

71

3

BUMIAYU

50

4

PRUWATAN 1

41

5

DUKUHTURI

37

6

LANGKAP

36

7

ADISANA

35

8

KALINUSU

29

9

PAMIJEN

28

10

PENGGARUTAN

25

11

KALIWADAS

19

12

NEGARADAHA

19

13

KALIERANG

17

14

JATISAWIT

14

15

LAREN

12

16

KALISUMUR

10

 

JUMLAH

548


Share:

Label

GEDUNG MWC NU

Recent Posts

Pengunjung

Flag Counter